Cara Efektif Membedakan Kaos Adidas Original dan Palsu

Jika Anda adalah tipe pria yang mendambakan tampilan casual namun tetap terlihat maskulin, kaos Adidas mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Adidas identik dengan pakaian jersey.

Dapat dikatakan bahwa keberadaan produk branded Adidas telah sukses luar biasa dalam pemasaran internasional, bahkan sudah merambah ke Indonesia. Sehingga tidak heran jika jersey Adidas mudah ditemukan di berbagai outlet, mereka juga muncul di mana-mana.

Tips Membedakan Kaos Adidas Asli dan Palsu

Anda harus berhati-hati jika ingin membeli Kaos Adidas Original. Pada umumnya harga jersey Adidas original sangat mahal, bahkan mencapai jutaan rupiah.

Desain bordir pada logo dijahit dengan baik dan kainnya juga nyaman untuk disentuh. Secara visual, bagaimanapun, jersey asli dan KW Super cukup sulit untuk dibedakan dan palsu.

1. Amati Bagde yang Ada di Baju

Tips paling mudah untuk mengecek keaslian jersey Adidas adalah dengan melihat logonya. Jersey Adidas identik dengan logo “tiga garis sejajar” dan tulisan “Adidas” dengan warna yang sama.

Selain itu, logo biasanya diletakkan tidak hanya di bagian depan tetapi juga di bagian bawah dan belakang jersey. Anda juga harus tahu bahwa logo jersey Adidas dirancang dengan teknologi tinggi untuk membuatnya bersinar di ruangan yang gelap.

2. Amati Tag Barcode

Tips kedua untuk mengenali jersey Adidas asli adalah dengan mengecek barcode. Catat kodenya lalu masukkan ke halaman pencarian Google.

Nantinya, Google akan memberikan informasi dan deskripsi tentang produk tersebut. Anda juga dapat memeriksa kode ART untuk kit secara langsung di situs resmi Adidas adidasindonesia.com.

3. Perhatikan Negara Asal Produksi Baju

Tips ketiga, kamu bisa mengecek nama tempat pembuatan kaos tersebut. Caranya adalah dengan mengecek tag (tag) di bagian dalam leher.

Kemudian cocokkan dengan kode produk pada label cucian, jika keduanya mencantumkan nama negara yang bersangkutan kemungkinan besar kaos tersebut asli. Bahasa petunjuk mencuci juga biasanya disesuaikan dengan negara produksi, sehingga, misalnya, pakaian yang dibuat di Jerman juga diucapkan dalam bahasa Jerman.